Tiba-tiba Nabil datang menghampiri, saya sedang finishing memasak.
"mmi...mmi..."
"iya nak, ada apa?"
"mmi...mamam"
"oke ayuk mamam ni sudah siap, cuci tangan dulu ya"
Seneng banget rasanya Nabil bisa minta makan sendiri setelah selesai bermain.
Langsung dalam hati saya berharap dalam waktu dekat Nabil bakal bisa bilang "mmi..pipis"
hehe
Sebenarnya dah bisa mulai toilet training karena Nabil senang diajak ke kamar mandi, cuma umminya rada males sering-sering ke kamar mandi. hehe
Dulu pernah mencoba mulai toilet training, hasilnya kasur beberapa kali kena pipisnya Nabil. Perasaan kalau nggak pakai popok jadi sering pipisnya.
Sekarang pengen memulai lagi, membuang jauh rasa malas. hehe
Saya pun mulai searching lagi tentang toilet training.
Ada banyak pendapat terkait kapan waktu anak mulai bisa diajarkan toilet training, beberapa tanda anak mulai siap untuk toilet training adalah sebagai berikut (health.kompas.com):
1. Tanda fisik
- Anak mampu berjalan, bahkan berlari, dengan stabil.
- Berkemih cukup banyak dalam satu waktu.
- Waktu berkemihnya rutin dan bisa diprediksi.
- Tidak berkemih saat tidur kurang dari dua jam. Hal ini berarti otot kandung kemihnya sudah dapat menahan kemih.
2. Tanda sikap
- Dapat duduk tenang di satu posisi dalam waktu dua hingga lima menit.
- Dapat menarik bokongnya ke atas dan ke bawah.
- Tidak betah memakai popok.
- Tertarik dengan kegiatan di kamar mandi seperti mengikuti Anda saat pergi ke kamar mandi.
- Menunjukkan tanda-tanda spesifik ketika ingin berkemih, bahkan memberitahukan Anda.
- Tidak jijik pada toilet.
- Menunjukkan tanda-tanda ingin mandiri.
3. Tanda kognitif
- Mengerti tanda-tanda dia harus pergi ke toilet dan mengatakan pada Anda sebelum ia berkemih.
- Bisa mengikuti perintah sederhana, seperti, "tolong ambilkan benda itu".
- Mengerti nilai menaruh sesuatu pada tempatnya.
- Sudah memiliki atau menggunakan istilah untuk "berkemih" dan "buang air besar".
Untuk memulai toilet training tidak harus menunggu semua ciri-ciri di atas, semua tergantung kesiapan bunda dan anak. Selama bundanya sudah siap dan bisa telaten melatih si kecil, in sya Allah akan lebih mudah. :)
Berikut ini beberapa tips toilet training dari ayahbunda.co.id:
- Pastikan balita siap. kesiapan anak untuk toilet training ditandai dengan kesiapan emosi, fisik dan psikologis di usia sekitar 2-3 tahun. Tanda-tandanya antara lain, dapat duduk tegak, bisa kering dalam 2-3 jam, dapat membuka-memakai celana, bisa memahami intruksi sederhana dan sudah bisa mengatakan keinginannya.
- Biasakan kegiatan kamar mandi. Mulai kenalkan dan biasakan ia pipis dan buang air besar (BAB) di pispot atau potty chair. Perlihatkan ketika bunda membuang dan mem-flush kotorannya dari popok di kloset. Ceritakan secara sederhana cara pipis dan bab serta proses memakai pispot atau toilet, jelaskan tentang alat kelamin dan fungsinya, bacakan cerita atau dongeng tentang pispot, dan belikan ia celana dalam seperti layaknya anak sudah besar.
- Atur jadwal. Mengatur asupan cairan dan makanan ke tubuh balita diperlukan untuk mengatur interval ke kamar mandi. Amati jadwal siklus pipis dan buang air besarnya, misalnya ia biasa pup sekitar jam 9 pagi dan pipis 1 jam sekali. Siklus pipis dan bab ini memudahkan bunda mengajaknya menyalurkan dorongan bak dan bab di tempat dan waktu yang tepat.
- Konsisten. Konsisten membimbing balita akan membuatkan cepat paham dan makin trampil memakai toilet.
- Pakai cara seru. misalnya memasang stiker di dinding kamar mandi, membawa benda kesukaan anak, dan sambil bercerita.
- Beri pujian. Ketika anak berhasil bak atau bab di kamar mandi, berikan pujian bahwa ia telah melakukan sesuatu yang baik.
Semoga kali ini saya bisa komitmen dan konsisten membiasakan Nabil bak dan bab di kamar mandi :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar