Translate

Selasa, 17 Februari 2015

"Jangan Main HP Mmi!"


Aktivitas saya yang senang browsing dan bisnis online dari HP membuat saya sering memegang HP.
Aktivitas ini ternyata membuat Nabil (2,5 tahun) kurang senang. Dia main masih harus selalu ditemani. Jadi merasa bersalah karena kurang optimal mengajak Nabil bermain.

Setiap ingin tidur, Nabil harus ditemani sambil dielus punggungnya dan disenandungkan shalawat. Kalau mau tidur dia akan panggil saya. Sering kali pas dia panggil saya, saya sedang pegang HP. Akhirnya dia bilang "Jangan main HP mmi". Saya pun menaruh HP dan mendekati Nabil.

Saya mengajak Nabil diskusi tentang waktu menggunakan HP, sembari memeluknya.
"Ummi nggak boleh main HP ya?" Saya membuka pembicaraan.
"Iya." Jawab Nabil.
"Hmm, kalau pas kerja boleh?" Saya bertanya lagi.
"Ndak!" Nabil menjawab tegas.
Akhirnya saya sampaikan bahwa kalau sedang main bersama Nabil atau boboin Nabil, maka Ummi tidak boleh main HP.  Tapi kalau sedang kerja ya boleh, kan Ummi kerjanya pakai HP. Saya pandang wajahnya dan peluk seakan-akan mengatakan bahwa saya selalu ada untuk Nabil.
Nabil berpikir sejenak, kemudian menjawab, " Iya".
"Jadi kalau boboin Nabil, Ummi tidak main HP?" Saya bertanya menegaskan.
"Iya, boleh" jawab Nabil juga tidak kalah tegas.
"Kalau kerja boleh?" Tanya saya lagi.
"Iya." Tegas Nabil.
"Makasih ya, Ummi senang sekali anak Ummi pengertian." Ujar saya sambil memeluk Nabil erat.

Alhamdulillah, saya selalu senang saat berdiskusi dengan Nabil. Dia tampak seperti sudah dewasa, bisa diajak berpikir dan diskusi tentang mengapa boleh dan tidak boleh.
Oleh karena itu, kalau disuruh juga dia kadang negosiasi dulu. 
Kadang takjub, betapa sekecil itu dia sudah terlihat sebagai negosiator dan commander (mudah-mudahan tidak salah tulis).