Translate

Kamis, 09 April 2015

Alhamdulillah Bertemu Komunitas HSMN

Ketika anak-anak sudah terlelap tidur, sering saya termenung memikirkan sebenarnya apa tanggung jawab saya sebagai ibu mereka. Saya masih sering terbawa emosi saat menemani hari-hari mereka bertumbuh (secara fisik). 
Parameter keberhasilan mendidik masih didominasi oleh hal yang berbau duniawi. Kalau pun berbau ukhrawi (seperti hafalan quran), masih harus ditelisik lagi niatnya, apakah agar nanti dianggap hebat punya anak hafidz, kemudian dipuji sebagai ortu yang anaknya hafidz? A'udzubillah.

Alhamdulillah, bergabung di komunitas Home Schooling Muslim Nusantara (HSMN), saya akhirnya makin menyadari bahwa tanggung jawab saya sebagai ibu adalah menjaga fitrah keimanan anak agar tetap bertaqwa kepada Rabb nya. Di komunitas ini bertemu ibu-ibu yang memiliki semangat untuk menjaga keimanan anak sejak dini.

Selasa, 7 April kemarin HSMN mengadakan kajian tentang "Mengenalkan Allah Kepada Anak".  Banyak hal yang saya ambil dari kajian tersebut, salah satu dan yang utama adalah mengajarkan anak, mendoktrin anak agar tetap dalam fitrah aqidah yang lurus sedini mungkin.

Kebanyakan para ibu (terutama saya), lebih merasa senang dan hebat ketika anaknya sejak dini sudah pandai berhitung, sudah lancar berbahasa, pertumbuhan fisik bagus sesuai standar, dan lainnya. Ada yang terlupakan dan krusial, yaitu apakah anak sudah kenal dengan Rabb nya yang sejak dalam rahim si anak sudah bersaksi bahwa Allah adalah Rabb nya.

Saya merasa tertampar sekali ketika dulu Nabil masih bayi lebih sering meninabobokan dengan senandung yang tidak berhubungan untuk mengagungkan Allah, atau bertujuan mengenalkan Allah. Seolah berpikir, nanti saja kalau sudah besar dan sudah mengerti. Saya salah besar telah menunda mengenalkan Allah kepada anak sejak kandungan, bayi dan seterusnya.

Sekarang Nabil 2,5 tahun dan Kenzie 3 bulan, semoga belum terlambat untuk menjaga aqidah mereka agar tetap dalam aqidah Islam yang lurus. Apalagi jamannya mereka semakin berat. Kalau dulu, agama Islam dikenalkan kepada orang-orang jahiliyah yang enggan move on dari kebiasaan nenek moyang yang menyembah berhala. Sekarang Islam dikenalkan kembali kepada generasi yang semakin tergerus nilai Islamnya karena orang-orang yang semakin merasa pintar dan hebat.

Semoga anak cucu dan keturunan kami terlindung dari fitnah akhir zaman. Aamiin
PR besar untuk saya yang diamanahkan menjaga fitrah Islam anak-anak.

Selasa, 17 Februari 2015

"Jangan Main HP Mmi!"


Aktivitas saya yang senang browsing dan bisnis online dari HP membuat saya sering memegang HP.
Aktivitas ini ternyata membuat Nabil (2,5 tahun) kurang senang. Dia main masih harus selalu ditemani. Jadi merasa bersalah karena kurang optimal mengajak Nabil bermain.

Setiap ingin tidur, Nabil harus ditemani sambil dielus punggungnya dan disenandungkan shalawat. Kalau mau tidur dia akan panggil saya. Sering kali pas dia panggil saya, saya sedang pegang HP. Akhirnya dia bilang "Jangan main HP mmi". Saya pun menaruh HP dan mendekati Nabil.

Saya mengajak Nabil diskusi tentang waktu menggunakan HP, sembari memeluknya.
"Ummi nggak boleh main HP ya?" Saya membuka pembicaraan.
"Iya." Jawab Nabil.
"Hmm, kalau pas kerja boleh?" Saya bertanya lagi.
"Ndak!" Nabil menjawab tegas.
Akhirnya saya sampaikan bahwa kalau sedang main bersama Nabil atau boboin Nabil, maka Ummi tidak boleh main HP.  Tapi kalau sedang kerja ya boleh, kan Ummi kerjanya pakai HP. Saya pandang wajahnya dan peluk seakan-akan mengatakan bahwa saya selalu ada untuk Nabil.
Nabil berpikir sejenak, kemudian menjawab, " Iya".
"Jadi kalau boboin Nabil, Ummi tidak main HP?" Saya bertanya menegaskan.
"Iya, boleh" jawab Nabil juga tidak kalah tegas.
"Kalau kerja boleh?" Tanya saya lagi.
"Iya." Tegas Nabil.
"Makasih ya, Ummi senang sekali anak Ummi pengertian." Ujar saya sambil memeluk Nabil erat.

Alhamdulillah, saya selalu senang saat berdiskusi dengan Nabil. Dia tampak seperti sudah dewasa, bisa diajak berpikir dan diskusi tentang mengapa boleh dan tidak boleh.
Oleh karena itu, kalau disuruh juga dia kadang negosiasi dulu. 
Kadang takjub, betapa sekecil itu dia sudah terlihat sebagai negosiator dan commander (mudah-mudahan tidak salah tulis).

Rabu, 28 Januari 2015

kangen nulis

Hwaaaa, lama sekali tidak menulis di blog. Blognya ampe lumutan begini. Nabil sampe dah punya adik baru lagi (sekarang usia 1 bulan), Nabil sudah 2,5 tahun.
Banyak hal tentang nabil dan adiknya yang terlewatkan untuk saya dokumentasikan dalam blog ini. Sebagai pengingat buat saya dan juga anak-anak nantinya.

Semoga nanti bisa komitmen untuk konsisten mengisi blog ini dengan cerita-cerita yang bisa mengobati rindu saya suatu hari nanti.

Mungkin akan banyak versi latepost. Hehe
Sedang mencari ghirah menulis lagi.
Sekarang mau istirahat dulu, akhir-akhir ini kurang istirahat. Selamat malam