Keluhan
tentang bayi yang susah makan sepertinya bukan hanya aku yang mengalaminya,
terbukti ketika search di google
dengan kata kunci “bayi susah makan”, cukup banyak yang membahasnya. Selain itu, aku juga sering menyaksikan
ibu-ibu sekitar komplek perumahan yang
setiap sore membawa anak-anaknya ke taman bermain ( kebetulan dekat rumah)
sambil menyuapi anak-anakny makan. Ada
juga yang bercerita kalau dia memberikan anaknya makan sambil nonton tv, sambil
jalan-jalan keliling komplek, atau dikurung di kamar sampai makanannya habis. Semuanya
karena keluhan yang sama yaitu anaknya susah makan.
Aku
juga mengalami masa-masa nabil susah makan, namun aku bertekad untuk tidak
melakukan hal-hal seperti yang dilakukan ibu-ibu pada cerita di atas. Karena menurutku itu bukan solusi yang paling
tepat agar pola makan anak baik sesuai harapan setiap ibu. Aku ingin sedikit
berbagi bagaimana masa MPASI nabil dari awal hingga sekarang Alhamdulillah sudah
senang makannya seperti yang diharapkan.
Pertama
kali memulai MPASI pas banget dengan Nabil jatuh sakit batuk pilek disertai
demam. Sakit tersebut kuanggap sebagai
salah satu penyebab susahnya nabil makan pada awal MPASInya, aksi gerakan tutup
mulut (GTM) yang paling membuat stress. Selain GTM, nabil juga suka
menyemburkan makanan yang telah masuk ke dalam mulutnya. Kalau dilepeh aku tidak terlalu ambil pusing
karena awal MPASI adalah wajar bayi mengeluarkan kembali benda asing yang masuk
mulutnya, itu refleks yang normal. Namun
aku juga tak mau menyerah dengan refleksnya yang melepeh makanan itu, aku suapi terus sedikit demi sedikit sampai
kira-kira cukup untuk porsi bayi yang baru belajar makan.
Masuk
usia 7 bulan, aku mulai khawatir nabil makannya sedikit sekali (hanya 1-3 suap
sudah GTM). Duh ini gimana mau naik berat badannya kalau makannya sedikit. Masa-masa
7-8 bulan ini sering sekali membuang makanan karena nabil makannya sedikit,
sedangkan aku membuatnya terlanjur banyak.
Belum lagi yang disembur-sembur setiap makanan yang masuk. Senangnya mengobok-obok
makanan dalam mangkuk. Ayo dong nak dimakan buburnya, aku memelas pada anakku.
Akhirnya
setelah searching sana sini dapat juga beberapa trik yang bisa aku praktekkan
pada nabil. Berikut ini trik-trik yang aku lakukan kala menghadapi nabil pas
GTM atau menyemburkan makanannya:
1. Aku menyuapi nabil sambil
bercerita. Misalnya nabil adalah seorang pilot yang akan membawa rombongan
jagung (kebetulan lagi menu jagung) ke dalam perut nabil. Ayo siap-siap berangkat, antri ya. Penumpang pertama
mau masuk aaaaa am (sambil nyuapin). Hehe kadang berhasil, kadang GTM juga. Tapi
lumayan lah. J
2. Makan tidak sambil nonton TV
atau video apapun yang akan mengganggu konsentrasi anak sehingga tidak
menyadari kalau sedang makan. Kayaknya efek jangka panjangnya kurang baik.
3. Aku tidak memberikan nabil minum sebelum selesai makan. Kan
ada juga ibu yang memberikan minum di sela-sela waktu makan, biar ga seret
katanya. Menurut yang pernah kubaca sih
minum kurang baik sambil makan, selain membuat kenyang juga sehingga nanti makannya sedikit.
4. Makan bersama anak. aku dan
suamiku kalau sarapan makan bareng sama nabil, Alhamdulillah nabil jadi lahap
makan kalau bareng. J
mungkin sama kayak orang dewasa juga kalau rame jadi semangat makan. hehe
5. Selama makan anak dipangku atau
duduk, biar terbiasa makan duduk dan tidak jalan-jalan.
6. Selama kurang lebih satu jam sebelum
makan, sebaiknya bayi tidak diberikan apa-apa baik ASI maupun cemilan. Sehingga
perutnya kosong dan lahap pada saat makan.
7. Waktu makan yang teratur. Alhamdulillah nabil makannya cukup teratur,
sarapan jam 7 pagi, jam 10 cemilan buah, makan siang jam 12 atau jam 1, cemilan
buah jam 3, makan sore jam 5 atau jam 5.30.
8. Aku tidak memaksa nabil untuk
menghabiskan makanannya kalau memang ia sudah tidak mau. Terlalu memaksa membuat anak stress.
9. Aku menghindari memberikan nabil
biskuit, karena pernah baca salah satu artikel bahwa bayi di bawah satu tahun yang
sering mengkonsumsi biskuit akan lebih senang dengan makanan yang kering (kriuk)
dibandingkan makanan basah, akibatnya anak lebih senang kerupuk dan sejenisnya
daripada makan nasi.
Segini dulu aja yang bisa dibagi,
banyak sih sebenernya dari yang didapat dari artikel-artikel. Cuma sekarang dah
lupa dan sedang malas searching lagi
buat ditulis.
Sumber: dari berbagai sumber