Aktivitas saya yang senang browsing dan bisnis online dari HP membuat saya sering memegang HP.
Aktivitas ini ternyata membuat Nabil (2,5 tahun) kurang senang. Dia main masih harus selalu ditemani. Jadi merasa bersalah karena kurang optimal mengajak Nabil bermain.
"Ummi nggak boleh main HP ya?" Saya membuka pembicaraan.
"Iya." Jawab Nabil.
"Hmm, kalau pas kerja boleh?" Saya bertanya lagi.
"Ndak!" Nabil menjawab tegas.
Akhirnya saya sampaikan bahwa kalau sedang main bersama Nabil atau boboin Nabil, maka Ummi tidak boleh main HP. Tapi kalau sedang kerja ya boleh, kan Ummi kerjanya pakai HP. Saya pandang wajahnya dan peluk seakan-akan mengatakan bahwa saya selalu ada untuk Nabil.
Nabil berpikir sejenak, kemudian menjawab, " Iya".
"Jadi kalau boboin Nabil, Ummi tidak main HP?" Saya bertanya menegaskan.
"Iya, boleh" jawab Nabil juga tidak kalah tegas.
"Kalau kerja boleh?" Tanya saya lagi.
"Iya." Tegas Nabil.
"Makasih ya, Ummi senang sekali anak Ummi pengertian." Ujar saya sambil memeluk Nabil erat.
Oleh karena itu, kalau disuruh juga dia kadang negosiasi dulu.
Kadang takjub, betapa sekecil itu dia sudah terlihat sebagai negosiator dan commander (mudah-mudahan tidak salah tulis).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar