Alhamdulillah Bertemu Komunitas HSMN
Ketika anak-anak sudah terlelap tidur, sering saya termenung memikirkan sebenarnya apa tanggung jawab saya sebagai ibu mereka. Saya masih sering terbawa emosi saat menemani hari-hari mereka bertumbuh (secara fisik). Parameter keberhasilan mendidik masih didominasi oleh hal yang berbau duniawi. Kalau pun berbau ukhrawi (seperti hafalan quran), masih harus ditelisik lagi niatnya, apakah agar nanti dianggap hebat punya anak hafidz, kemudian dipuji sebagai ortu yang anaknya hafidz? A'udzubillah.
Alhamdulillah, bergabung di komunitas Home Schooling Muslim Nusantara (HSMN), saya akhirnya makin menyadari bahwa tanggung jawab saya sebagai ibu adalah menjaga fitrah keimanan anak agar tetap bertaqwa kepada Rabb nya. Di komunitas ini bertemu ibu-ibu yang memiliki semangat untuk menjaga keimanan anak sejak dini.
Selasa, 7 April kemarin HSMN mengadakan kajian tentang "Mengenalkan Allah Kepada Anak". Banyak hal yang saya ambil dari kajian tersebut, salah satu dan yang utama adalah mengajarkan anak, mendoktrin anak agar tetap dalam fitrah aqidah yang lurus sedini mungkin.
Kebanyakan para ibu (terutama saya), lebih merasa senang dan hebat ketika anaknya sejak dini sudah pandai berhitung, sudah lancar berbahasa, pertumbuhan fisik bagus sesuai standar, dan lainnya. Ada yang terlupakan dan krusial, yaitu apakah anak sudah kenal dengan Rabb nya yang sejak dalam rahim si anak sudah bersaksi bahwa Allah adalah Rabb nya.
Saya merasa tertampar sekali ketika dulu Nabil masih bayi lebih sering meninabobokan dengan senandung yang tidak berhubungan untuk mengagungkan Allah, atau bertujuan mengenalkan Allah. Seolah berpikir, nanti saja kalau sudah besar dan sudah mengerti. Saya salah besar telah menunda mengenalkan Allah kepada anak sejak kandungan, bayi dan seterusnya.
Sekarang Nabil 2,5 tahun dan Kenzie 3 bulan, semoga belum terlambat untuk menjaga aqidah mereka agar tetap dalam aqidah Islam yang lurus. Apalagi jamannya mereka semakin berat. Kalau dulu, agama Islam dikenalkan kepada orang-orang jahiliyah yang enggan move on dari kebiasaan nenek moyang yang menyembah berhala. Sekarang Islam dikenalkan kembali kepada generasi yang semakin tergerus nilai Islamnya karena orang-orang yang semakin merasa pintar dan hebat.
Semoga anak cucu dan keturunan kami terlindung dari fitnah akhir zaman. AamiinPR besar untuk saya yang diamanahkan menjaga fitrah Islam anak-anak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar