Translate

Kamis, 02 Mei 2013

ANAKKU AUTIS??? (part 1)



            Setahun yang lalu aku mengamati polah salah satu balita usia 1 tahun yang menurutku diluar kewajaran anak-anak pada umumnya.  Anak tersebut sering tertawa sendiri tanpa sebab, loncat-loncat di atas kasur sambil tertawa-tawa dan menjatuhkan diri secara berulang-ulang, berlari berputar-putar, menonton sangat serius berjam-jam tanpa beralih, tidak berespon ketika namanya dipanggil, tidak tertarik ketika diajak bermain, sering mengepakkan tangan baik ketika menangis ataupun senang, dan sering mengucapkan kata-kata “aneh” berulang-ulang.  Aku merasa ada kelainan pada anak tersebut. Tapi aku belum berani beasumsi terlalu jauh karena perkembangan setiap anak berbeda-beda, sehingga aku hanya masih mengamati saja hingga anak itu berusia 1,5 tahun.  Selama pengamatan tersebut aku stress juga karena aku sudah sangat merasakan keganjilan/kelainan pada anak itu, tapi orang-orang terdekatnya masih menganggap anak itu normal layaknya anak secara umum.  Aku stress karena hanya berpikir dan merasakan sendirian, serta belum adanya dasar yang kuat untuk mendiagnosa apa yang terjadi pada anak itu.  Akhirnya aku bertekad akan searching di perpus google.
            Sebelum sempat ­searching, aku berasumsi bahwa anak tersebut sepertinya mengalami gangguan perkembangan jenis autisme.  Aku berasumsi demikian karena dulu waktu kuliah pernah menjumpai anak autis sehingga sedikit mengenal dan tahu tentang autis.  Untuk memastikan dan eksplorasi pengamatanku terhadap anak itu, aku mencari tahu lebih banyak tentang autis.  Kata kunci yang kugunakan pertama kali adalah “anak umur 2 tahun belum bisa mengucapkan satu kata”, karena memang fakta yang terdapat pada anak itu adalah belum bisa mengucapkan satu katapun yang bermakna atau dapat dimengerti, dan aku belum mau mencari dengan kata kunci “anak autis”. Dari pencarian itu aku mendapatkan informasi bahwa anak umur 12-15 bulan minimal bisa mengucapkan 2-3 suku kata yang bermakna, dan sudah bisa merangkai 2 suka kata dalam satu kalimat pada usia 2 tahun (Denver II, Frankenburg, 1990; Sastroasmoro, 2007; Santrock,2011; anmum.com; ibudanbalita.com; Promina.co.id).
            Mengenali tanda kelainan pada anak bukan hanya pada kemampuan bicara saja, karena anak terlambat bicara belum tentu ada kelainan seperti autis.  Para ibu jangan buru-buru panik kalau anaknya terlambat bicara dibandingkan anak-anak seusianya, namun jangan pula terlalu meremehkan kalau memang anaknya mengalami keterlambatan bicara disertai gejala gangguan perkembangan lainnya.  Harus diwaspadai apabila gangguan terlambat bicara disertai ketidakmampuan anak untuk berkomunikasi secara non-verbal, artinya anak tidak mampu berkomunikasi verbal dan non-verbal.  Hal tersebut dapat menjadi salah satu gejala kelainan perkembangan.  Apabila gangguan bicara disertai gangguan pendengaran harus diwaspadai bahwa anak tersebut kemungkinan bisu, karena anak bisu pasti akan disertai tuli, sebaiknya segera memeriksakan ke dokter jika mengalami hal tersebut.
            Lanjut ke cerita autis, aku berasumsi autis karena pengertian autisme secara bahasa dari kata auto yang artinya sendiri, dan aku melihat anak itu sangat senang menyendiri seolah-olah hidup di dunianya sendiri.  Autisme atau Autistic Spectrum Disorder (ASD) adalah gangguan perkembangan neurobiologis yang kompleks, yang terjadinya atau gejalanya sudah muncul pada anak sebelum berusia 3 tahun (autis.info; komunitas-puterakembara.net). Kelainan ini disebut spektrum autis karena gejalanya sangat bervariasi dan multifaktor.  Sehingga akan sangat sulit menemukan gejala autis pada satu anak akan sama dengan gejala pada anak yang lain, dan tidak semua gejala autis harus ada pada satu orang anak.  Selain gejalanya sangat bervariasi, intensitas gejala autisme juga berbeda-beda, dari sangat ringan sampai sangat berat.  Oleh karena itu, untuk melihat apakah anak kita autis atau tidak sebaiknya jangan hanya dengan membandingkan perkembangan anak kita dengan anak lain. 
            Poin terpenting dalam diagnosa autis adalah pemahaman tentang ciri-ciri utama gejala autis dan kejujuran dari orang tua/pengasuh anak.  Karena masih banyak orang tua yang tidak mau jujur pada diri sendiri bahwa anaknya “berbeda” dengan anak normal, sehingga kurang peka melihat gangguan-gangguan perkembangan pada anak yang menyebabkan sulitnya deteksi dini.  Kebanyakan orang tua dan keluarga menganggap keterlambatan perkembangan adalah hal biasa, apalagi pada anak laki-laki.  Bahkan dokter anak yang kurang concern terhadap tumbuh kembang masih banyak yang “berusaha” membesarkan hati orang tua dengan mengatakan bahwa keterlambatan pada anak laki-laki adalah wajar terjadi. Hal ini mengakibatkan orang tua merasa tenang dan santai saja, padahal bisa jadi anaknya memang mengalami gangguan.
            Gangguan perkembangan pada autisme mencakup tiga aspek utama yaitu gangguan komunikasi, gangguan interaksi sosial, dan gangguan perilaku (autis.info; komunitas-puterakembara.net).  Mengacu pada ketiga aspek tersebut para orang tua dapat mendeteksi dini autis pada anak, sehingga dapat dilakukan intervensi dini (terapi) guna menghilangkan gejala-gejala yang muncul.  Waktu terbaik untuk melakukan terapi adalah pada masa balita (golden ages), karena peluang untuk anak mengalami kemajuan berarti lebih besar (parenting.co.id).
            Gangguan komunikasi yaitu kualitas komunikasinya yang tidak normal, seperti perkembangan bicaranya terlambat, atau sama sekali tidak berkembang; Tidak adanya usaha untuk berkomunikasi dengan gerak atau mimik muka untuk mengatasi kekurangan dalam kemampuan bicara (tidak mampu komunikasi non-verbal); Tidak mampu untuk memulai suatu pembicaraan atau memelihara suatu pembicaraan dua arah yang baik (bisa bicara tapi tidak untuk komunikasi); Bahasa yang tidak lazim “bahasa planet” yang diulang-ulang atau stereotipik; Hanya bisa membeo ucapan orang lain tanpa tahu maknanya (echolalia); Cara bermain kurang imajinatif. Tidak harus semua ciri-ciri gangguan komunikasi di atas ada pada satu anak baru dikatakan autis, minimal 2-3 ciri sudah dapat diwaspadai gejala autis.

*bersambung…

5 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. kayakNya akun michael angelo ini rajin sekali jualannya, disemua blog ada

    BalasHapus
    Balasan
    1. malah aneh loh skrg michhael angelo nya sprt hilang di telan bumi, blog nya ada tuh , malah sdh di hapus yg promosiin speak, sbnrnya saya mau coba speak itu, kok jd ragu yah.. pdhl harganya serius mahal loh, sampe saya mau pesan langsung ke california.

      Hapus
  3. maaf..kok penjelasan dan testimoni nya tidak variatif.. itu2 aja dan sama semua ya..???

    BalasHapus
    Balasan
    1. malah aneh loh skrg michhael angelo nya sprt hilang di telan bumi, blog nya ada tuh , malah sdh di hapus yg promosiin speak, sbnrnya saya mau coba speak itu, kok jd ragu yah.. pdhl harganya serius mahal loh, sampe saya mau pesan langsung ke california.

      Hapus