Translate

Kamis, 13 Juni 2013

Menyiasati saat-saat Nabil Susah Makan


                Keluhan tentang bayi yang susah makan sepertinya bukan hanya aku yang mengalaminya, terbukti ketika search di google dengan kata kunci “bayi susah makan”, cukup banyak yang membahasnya.  Selain itu, aku juga sering menyaksikan ibu-ibu sekitar komplek perumahan  yang setiap sore membawa anak-anaknya ke taman bermain ( kebetulan dekat rumah) sambil menyuapi anak-anakny makan.  Ada juga yang bercerita kalau dia memberikan anaknya makan sambil nonton tv, sambil jalan-jalan keliling komplek, atau dikurung di kamar sampai makanannya habis. Semuanya karena keluhan yang sama yaitu anaknya susah makan.
                Aku juga mengalami masa-masa nabil susah makan, namun aku bertekad untuk tidak melakukan hal-hal seperti yang dilakukan ibu-ibu pada cerita di atas.  Karena menurutku itu bukan solusi yang paling tepat agar pola makan anak baik sesuai harapan setiap ibu. Aku ingin sedikit berbagi bagaimana masa MPASI nabil dari awal hingga sekarang Alhamdulillah sudah senang makannya seperti yang diharapkan.
                Pertama kali memulai MPASI pas banget dengan Nabil jatuh sakit batuk pilek disertai demam.  Sakit tersebut kuanggap sebagai salah satu penyebab susahnya nabil makan pada awal MPASInya, aksi gerakan tutup mulut (GTM) yang paling membuat stress. Selain GTM, nabil juga suka menyemburkan makanan yang telah masuk ke dalam mulutnya. Kalau dilepeh aku tidak terlalu ambil pusing karena awal MPASI adalah wajar bayi mengeluarkan kembali benda asing yang masuk mulutnya, itu refleks yang normal.  Namun aku juga tak mau menyerah dengan refleksnya yang melepeh makanan itu, aku suapi terus sedikit demi sedikit sampai kira-kira cukup untuk porsi bayi yang baru belajar makan.
                Masuk usia 7 bulan, aku mulai khawatir nabil makannya sedikit sekali (hanya 1-3 suap sudah GTM). Duh ini gimana mau naik berat badannya kalau makannya sedikit. Masa-masa 7-8 bulan ini sering sekali membuang makanan karena nabil makannya sedikit, sedangkan aku membuatnya terlanjur banyak.  Belum lagi yang disembur-sembur setiap makanan yang masuk. Senangnya mengobok-obok makanan dalam mangkuk. Ayo dong nak dimakan buburnya, aku memelas pada anakku.
                Akhirnya setelah searching sana sini dapat juga beberapa trik yang bisa aku praktekkan pada nabil. Berikut ini trik-trik yang aku lakukan kala menghadapi nabil pas GTM atau menyemburkan makanannya:
1. Aku menyuapi nabil sambil bercerita. Misalnya nabil adalah seorang pilot yang akan membawa rombongan jagung (kebetulan lagi menu jagung) ke dalam perut nabil.  Ayo siap-siap berangkat, antri ya. Penumpang pertama mau masuk aaaaa am (sambil nyuapin). Hehe kadang berhasil, kadang GTM juga. Tapi lumayan lah. J
2. Makan tidak sambil nonton TV atau video apapun yang akan mengganggu konsentrasi anak sehingga tidak menyadari kalau sedang makan. Kayaknya efek jangka panjangnya kurang baik.
3. Aku tidak  memberikan nabil minum sebelum selesai makan. Kan ada juga ibu yang memberikan minum di sela-sela waktu makan, biar ga seret katanya.  Menurut yang pernah kubaca sih minum kurang baik sambil makan, selain membuat kenyang juga  sehingga nanti makannya sedikit.
4. Makan bersama anak. aku dan suamiku kalau sarapan makan bareng sama nabil, Alhamdulillah nabil jadi lahap makan kalau bareng. J mungkin sama kayak orang dewasa juga kalau rame jadi semangat makan. hehe
5. Selama makan anak dipangku atau duduk, biar terbiasa makan duduk dan tidak jalan-jalan.
6. Selama kurang lebih satu jam sebelum makan, sebaiknya bayi tidak diberikan apa-apa baik ASI maupun cemilan. Sehingga perutnya kosong dan lahap pada saat makan.
7. Waktu makan yang teratur.  Alhamdulillah nabil makannya cukup teratur, sarapan jam 7 pagi, jam 10 cemilan buah, makan siang jam 12 atau jam 1, cemilan buah jam 3, makan sore jam 5 atau jam 5.30.
8. Aku tidak memaksa nabil untuk menghabiskan makanannya kalau memang ia sudah tidak mau.  Terlalu memaksa membuat anak stress.
9. Aku menghindari memberikan nabil biskuit, karena pernah baca salah satu artikel bahwa bayi di bawah satu tahun yang sering mengkonsumsi biskuit akan lebih senang dengan makanan yang kering (kriuk) dibandingkan makanan basah, akibatnya anak lebih senang kerupuk dan sejenisnya daripada makan nasi.
Segini dulu aja yang bisa dibagi, banyak sih sebenernya dari yang didapat dari artikel-artikel. Cuma sekarang dah lupa dan sedang malas searching lagi buat ditulis.

Sumber: dari berbagai sumber

4 komentar:

  1. Wah Mak... nama anaknya sama nih, Nabil Ciuman bedanya Nabilku susah diberentiin makan hehehheheh... Salam kenal

    BalasHapus
  2. wah sama ya. :) dikasih apa tuh mak, makannya bisa lahap ga berhenti?
    salam kenal juga mak. :)

    BalasHapus
  3. ya sama kayak saya di sni, mesti makan sama anak. dan ini bukan untuk sekedar menyemangatkan anak2 makan, karena ini akan kami jadikan kepribadian untk selalu bersama2 saja. mesti berjamaah makannya. sampe2 mertua saya geleng2, udah lima tahun berumah tangga, saya dan istri selalu sepiring berdua. dan kalo sy kabari ini ke temen, mereka pada gak percaya. masa seh makan aja sama2 gitu, katanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya alhamdulillah diberikan kesempatan makan bersama-sama dengan keluarga. saya dan suami juga makan sepiring berdua, malah jadi lebih lahap kalo sepiring bersama...

      Hapus